Pos

Mengenal Framework Laravel di Sistem Operasi Linux

Mengenal Framework Laravel di Sistem Operasi Linux. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas berbagai macam Framework terbaik dan berbagai macam sistem operasi yang harus diketahui oleh programmer, kali ini kita akan mengenal lebih dekat dengan salah satu Framework (kerangka kerja) yaitu Framework Laravel yang akan kita terapkan ke dalam suatu sistem operasi Linux yang bersifat Open Source. Sebelum kita  memulai meng-install Laravel di Linux, yuk kita kenalan dulu dengan Framework Laravel.

Laravel merupakan sebuah kerangka kerja PHP yang dirilis menggunakan lisensi MIT. Lisensi MIT merupakan sebuah lisensi perangkat lunak yang bebas permisif yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology. Lisensi MIT megizinkan penggunanya memiliki perangkat lunak dengan lisensi MIT asalkan penguna tersebut menyertakan semua persyaratan dan pemberitahuan hak sipta dari lisensi MIT.

Sejarah terciptanya framework laravel berasal  dari seorang berkebangsaan Amerika Serikat bernama Taylor Otwell yang memulai laravel pada tahun 2011, waktu itu laravel berusaha untuk menyaingi Codeigniter yang memiliki kekurangan seperti authentication dan authorization. Bagi Taylor, dokumentasi dan user guide merupakan inti dari sebuah web framework yang membuat pengguna menjadi nyaman untuk membangun sebuah aplikasi. laravel dibangun dengan menggunakan konsep MVC (Model View Controller).

Fitur Dasar Laravel :

  • Management file dan kode
  • Rapid Application Development
  • Arsitektur MVC (Model View Controller)
  • mengunakan PHP 7 keatas
  • Dokumentasi lengkap dan jelas
  • ORM
  • Didukung dengan komunitas yang besar
  • Keamanan Data
  • Mudah untuk digunakan

Bagaimana? tertarik untuk mencoba laravel? yuk langsung saja kita coba untuk meng-install laravel di linux. Oh iya, sebelum kita meng-install laravel, kenapa kok memilih di linux? emm.. sebenarnya disamping sudah banyaknya tutorial untuk meng-install laravel di windows, kita juga berusaha agar apa yang kita gunakan itu dari sumber yang halal, bukan dari hasil membajak windows ataupun memasang lisensi secara ilegal, ingatt..!! semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Persiapkan linuxnya ya, sudah kan? kebetulan tutorial ini menggunakan linux BlankOn Uluwatu yang masih turunan dari ubuntu, jadi kalau sobat coding menggunakan ubuntu 18.04 pun tak masalah, cuss kita coba.

Kebutuhan :

  1. PHP 7.2 / yang terbaru
  2. Composer
  3. Laravel versi terbaru

Pemasangan pertama kita buka terminal ctr+alt+t atau bisa melalui menu pencarian lalu ketik “terminal” , setelah siap kita pasang composernya dulu ya. ketikkan perintah

sudo apt-get update

dilanjut ketikkan perintah

sudo apt install composer

jika sudah, kita cek dengan perintah “composer” di terminal

composer

maka akan tampil versi composer yang sudah terinstall

apabila sobat coding menemukan error saat meng-install di linux, sobat coding bisa jalankan perintah

sudo apt install -f

pelan-pelan ya, karena memang tidak semudah di windows, dengan ini kita bisa sambil mengasah kemampuan kita dalam menjalankan perintah di sistem operasi linux.

untuk mengunduh laravel melalui composer kita butuh composer.phar

curl -sS https://getcomposer.org/installer | php

pindahkan composer.phar nya ke direktori /usr/local/bin/composer

sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer

Tahap kedua setelah selesai dengan composernya, kita lanjutkan dengan meng-install php 7 beserta modul lainnya seperti untuk mysql / postgres, mbstring, xml dll.

sudo apt-get install php7.2-pgsql

sudo apt-get install php7.2-mbstring

sudo apt-get install php7.2-xml

atau bisa lebih lengkapnya seperti ini

sudo apt install php7.2 libapache2-mod-php7.2 php7.2 php7.2-mbstring php7.2-xmlrpc php7.2-soap php7.2-gd php7.2-xml php7.2-cli php7.2-zip php7.2-pgsql

untuk php7.2nya disesuaikan dengan kebutuhan databasenya, php7.2-mysql untuk database mysql, php7.2-pgsql untuk database postgres.

Tahap ketiga merupakan langkah untuk mengunduh laravel menggunakan composer, sobat coding bisa bebas dimana menentukan lokasi direktori projek laravelnya, tp kali ini kita akan mencoba mengunduh projek laravel di direktori /var/www, yuk kita pindah lokasinya melalui terminal atau bisa langsung kita mengunjungi direktorinya secara langsung lalu klik kanan di sembarang tempat, pilih “open terminal here”.

kita coba menggunakan perintah di terminal

cd /var/www

nah, langsung kita mencoba mengunduh laravel menggunakan composer yang sudah terpasang tadi, dalam direktori /var/www kita jalankan perintah di bawah ini

composer create-project –prefer-dist laravel/laravel clickoding

nama clickoding sebenarnya sebuah folder yang akan dibuat untuk meletakkan master laravelnya, sobat coding bisa membuat dengan nama lain, atau menggunakan folder bawaan laravel ketika kita hanya memberi perintah seperti ini

composer create-project –prefer-dist laravel/laravel

secara otomatis folder laravel akan tercipta untuk menampung master laravelnya.

setelah selesai mengunduh laravel menggunakan composer kita masuk ke direktori clickoding untuk menjalankan laravel.

cd clickoding

setelah masuk ke direktori clickoding langsung kita jalankan perintah php artisan serve di terminal

php artisan serve

 

buka browser lalu kita cek apakah laravel sudah berjalan dengan baik, localhost:8000 atau 127.0.0.1:8000.

bagaimana? sudah bisa menjalankan laravel di linux?

Sampai disini dulu perjumpaan kita dalam mengenal laravel dalam sistem operasi linux, sampai bertemu lagi di episode selanjutnya. Episode selanjutnya kita akan mencoba membuat login auth laravel menggunakan database postgres di linux.

5 Daftar Framework PHP Terbaik untuk Developer Pemula Tahun 2019

5 Daftar Framework PHP Terbaik untuk Developer Pemula Tahun 2019 – Kesulitan membuat website yang utama adalah waktu pengerjaan yang tergolong lama dan membutuhkan ketelitian, ketekunan yang tidak semua orang sanggup untuk menjalaninya. Namun, dengan hadirnya framework-framework di dunia pengembangan aplikasi memberikan angin segar ke para pengembang. pasalnya, dengan menggunakan framework proses pengerjaan suatu proyek atau membuat sebuah aplikasi menjadi semakin mudah dan cepat. Untuk itu pada pembahasan kali ini akan menyajikan 5 framework php terbaik untuk para developer pemula.

Framework PHP

Sebelum membahas 5 framework php untuk developer pemula, mari kita bahas apa itu framework terlebih dahulu.

Apa itu Framework ?

Framework dapat diartikan sebagai kerangka kerja yang dibuat untuk meringankan pekerjaan para pengembang aplikasi. Jadi, arti dari framework PHP merupakan sebuah kerangka kerja khusus yang dibuat untuk mengembangkan aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP.

 

Berikut merupakan 7 framework PHP terbaik menurut clickoding:

 

#1. Laravel

Laravel – framework yang sangat populer untuk saat ini yang dikembangkan oleh Taylor Otwell. Laravel merupakan framework php yang komprehensif yang dirancang untuk membangun aplikasi berbasis web secara cepat dan mudah dengan menggunakan arsitektur MVC (Model View Controller).

Fitur Dasar Laravel:

  • Management file dan kode
  • Rapid Application Development
  • Arsitektur MVC (Model View Controller)
  • Menggunakan PHP 7
  • Dokumentasi lengkap dan jelas
  • ORM
  • Didukung dengan komunitas yang besar
  • Keamanan data
  • Mudah untuk digunakan

#2. CodeIgniter (CI)

Codeigniter – framework yang sama-sama menggunakan arsitektur MVC dan merupakan salah satu framework opensorce alias gratis. Framework ini memiliki dokumentasi lengkap yang disertai dengan contoh penulisan kodenya. Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis pada tahun 2006

Fitur Dasar Codeigniter:

  • Mudah digunakan dan ringan
  • Menggunakan arsitektur MVC (Model View Controller)
  • Dokumentasi jelas
  • Support berbagai jenis database
  • Mendukung Query Builder untuk mengakses database
  • Validasi form dan data
  • Keamanan website
  • Session

#3. Symfony

Symfony – merupakan sebuah aplikasi framework PHP yang menyajikan paket componen/librari didalamnya. Symfony pertama kali dikeluarkan pada tahun 2005 dan sangat populer di dunia pengembang aplikasi karena mudah digunakan dan gratis. Symfony juga termasuk dalam salah satu framework yang yang rilis dibawah lisensi MIT.

Fitur Dasar Symfony:

  • Mudah untuk diinstal dan dikonfigurasi
  • Kompatibel dengan banyak database
  • Mudah untuk dikembangkan
  • Didukung oleh librari atau vendor yang lain
  • Built-in email library
  • Keamanan data dan website

#4. Zend

Zend Framework – merupakan framework PHP yang bekerja dengan menggunakan PHP5. Framework ini mengintegrasikan sistem kerja yagn berfokus pada Object Oriented (OOP).  Framework ini cocok untuk mengerjakan proyek-proyek yang kecil.

Fitur Dasar Zend

  • Ideal untuk mengembangkan aplikasi perusahaan
  • Berorientasi pada object
  • Kerangka yang stabil

#5. CakePHP

CakePHP – framework yang sama dengan framework PHP pada umumnya yang menggunakan arsitektur MVC. Kelebihanya yaitu CakePHP mendukung penggunaan AJAX dan PHP4, PHP5.

FItur Dasar CakePHP

  • Email, Cookies, session dan keamanan.
  • Otomatisasi dalam pembuatan kode program
  • Sistem templating yang fleksibel
  • Lisesnsi yang fleksibel
  • Operasi CRUD terintegrasi

 

Nah itu tadi pembahasan singkat mengenai framework php yang populer dan mudah digunakan bagi developer pemula.