“Don’t Make Me Think!”: Tips Praktis Meningkatkan Usability

Pernahkah kamu menggunakan suatu aplikasi lalu menjadi frustasi karena bingung menggunakannya? Merasa kesulitan menyelesaikan tugas menggunakan aplikasi tersebut? Hmm… bisa jadi aplikasi tersebut masih memiliki kekurangan dari segi usability (kebergunaan).

Pengertian usability atau kebergunaan itu sendiri pada intinya adalah apakah sesuatu berjalan/berfungsi dengan baik dan apakah interfacenya mudah digunakan oleh orang yang berpengalaman maupun orang awam.

Nah, untuk mempelajari prinsip-prinsip dasar usability, tim Clickoding punya rekomendasi buku yang wajib dibaca oleh kamu-kamu para desainer, developer, manajer, direktur, dan siapapun yang tertarik bagaimana cara meningkatkan kebergunaan suatu produk.

Buku ini berjudul, Don’t Make Me Think!” (artinya : “jangan membuat saya berpikir!”). Buku yang ditulis oleh Steve Krug ini disusun secara singkat, padat, jelas. dan ditulis menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami orang non-IT sekalipun.

Tapi sebelum masuk ke pembahasan, tau gak sih kenapa usability itu penting?
Kalau kata Steve dalam bukunya, simplenya sih…

Jika sesuatu sulit digunakan, saya tidak akan sering-sering menggunakannya.

Nah, gak mau kan produk hasil kerja keras kita (aplikasi, alat elektronik, atau produk hasil desain lainnya) bukannya membantu pengguna justru malah menyusahkan pengguna hingga akhirnya produk kita ditinggalkan?

Jadi, yuk langsung kita bahas tips praktis ala Steve Krug untuk meningkatkan usability!

Hukum pertama Steve Krug tentang usability :
Jangan membuat saya berpikir!

Faktanya, orang memang tidak suka dibuat bingung tentang bagaimana melakukan sesuatu. Jadi jika saat menggunakan aplikasi user ‘dipaksa’ untuk memikirkan hal-hal yang sebetulnya tidak penting baginya, misalnya bingung harus memulai dari mana, bingung harus mengklik yang mana, maka hal itu akan cenderung menguras tenaga, semangat, dan waktu pengguna.

Ilustrasi user yang kebingungan saat melihat laman web

Ilustrasi user yang kebingungan saat melihat laman web (Gambar diambil dari buku Don’t Make Me Think! hal. 13)

Ilustrasi user yang memahami laman web

Ilustrasi user yang memahami laman web (Gambar diambil dari buku Don’t Make Me Think! hal. 12)

Maka, tugas kita dalam membangun aplikasi adalah meminimalisir pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul dalam pikiran user. Buat halaman yang gamblang, jelas, dan eksplisit. Rangkai tampilan, terminologi (pemilihan kata-kata), layout, dan teks secara cermat sehingga interface yang kita buat dapat menjelaskan dirinya sendiri.

Desain halaman untuk dibaca cepat

Sesungguhnya pengguna aplikasi (termasuk kita) tidak membaca setiap konten yang ada di halaman satu persatu, melainkan hanya membaca cepat atau membaca sepintas halaman (pengecualian untuk laman yang berisi dokumen seperti berita, laporan, deskripsi produk, dll).

Kita juga cenderung tidak mencari tahu bagaimana segala sesuatu bekerja, tidak membaca instruksi, dan hanya menebak-nebak dan mencoba sampai berhasil.

Maka, untuk memastikan user sebaik dan secepat mungkin memahami web kita harus :

1.) Buat hierarki visual yang jelas

Caranya? Buat elemen-elemen yang penting terlihat lebih mencolok. Contohnya judul halaman fontnya dibuat berukuran lebih besar, lebih tebal, diposisikan di bagian paling atas.

Selain itu elemen-elemen dikelompokkan sesuai logis secara visual. Bisa ditunjukkan dengan penggunaan style yang sama, atau meletakkannya dalam bidang yang jelas, misal : list menu navigasi, atau link produk seperti laptop, PC, mouse, dikumpulkan di bawah sub navigasi “Komputer”.

2.) Memanfaatkan konvensi

Contoh pemanfaatan konvensi adalah penggunaan ikon keranjang belanja pada situs e-commerce. Ikon shopping cart ini sudah menjadi ‘bahasa universal’ dalam dunia aplikasi bahwa ia adalah tempat untuk ‘menyimpan sementara’ belanjaan kita di internet sebelum checkout. Maka sebaiknya kita manfaatkan konvensi ini dengan menggunakan ikon keranjang belanja untuk fitur shopping cart di situs kita. Contoh lain konvensi pada aplikasi ialah penggunaan warna hijau pada pesan notifikasi sukses, atau merah untuk notifikasi error.

3.) Bagi laman ke dalam sejumlah bidang yang didefinisikan dengan tegas

Dengan membagi-bagi laman ke dalam batasan-batasan yang jelas (misal : bagian navigasi, konten, produk, tautan, dsb) user dapat memutuskan secara cepat akan berfokus pada bidang mana. Elemen-elemen yang dikelompokkan dalam satu bidang yang sama juga akan membantu user melakukan pencarian di laman.

4.) Perjelas apa yang bisa diklik

Mungkin kelihatannya sepele, tapi gak mau kan udah membuat pengguna pusing duluan mikirin “apakah itu bisa diklik?”. Jadi, buatlah button tampak seperti button (misal dengan memberi efek hover, shadow, dsb). Dan buat link terlihat seperti link (misal dengan diberi warna yang berbeda dengan teks lain, diberi underline, atau mengubah warnanya saat pointer diarahkan ke link tersebut).

material io button states

Gambar di atas merupakan panduan mendesain button di material.io. Tampilan visual button dibuat berbeda-beda saat enabled, disabled, hover, focused, maupun pressed sehingga memudahkan pengguna mengenali bahwa itu adalah button (Sumber: https://material.io/components/buttons/)

 

5.) Minimalisir derau (gangguan) visual

Jika tampilan terlalu ‘ramai’ maka akan sulit bagi user untuk fokus. Contoh : terlalu banyak iklan, terlalu banyak warna cerah, terlalu banyak border, terlalu banyak huruf-huruf besar yang mencolok, background yang mencolok, dsb.

Hukum kedua Krug tentang Usability :
Sediakan option yang dapat dipilih pengguna tanpa banyak ‘berpikir’

“Tidak masalah berapa kali saya harus mengklik, asalkan setiap klik merupakan pilihan yang sudah jelas dan tanpa perlu dipikirkan. (Setiap klik dilakukan dengan mudah dan membuat user senantiasa yakin bahwa mereka berada di jalur yang benar)”

Di dalam laman web pasti ada banyak pilihan yang disediakan, entah itu berupa button untuk melaksanakan tugas tertentu, navigasi, dsb. Nah, dalam memilih suatu aksi terkadang kita dibuat bingung harus memilih pilihan yang mana, maka dari itu kita perlu menyediakan pilihan-pilihan yang jelas yang dapat ditentukan tanpa perlu berpikir.

discard draft - yes or no

Ini contoh yang kurang baik karena pilihannya masih ambigu, jika jawab “No” tidak jelas apa yang akan terjadi selanjutnya (Sumber : https://uxplanet.org/5-essential-ux-rules-for-dialog-design-4de258c22116)

discard draft - cancel or discard

Ini contoh yang baik, karena pilihannya jelas. Saat pengguna memilih “cancel” maka batal buang draft, sedangkan jika memilih “discard” maka draft akan dibuang (Sumber: https://uxplanet.org/5-essential-ux-rules-for-dialog-design-4de258c22116)

Hukum kedua Krug tentang Usability :
Buang kata-kata yang tak perlu!

Membuang kata-kata yang ‘tidak akan dibaca’ user akan memberikan beberapa manfaat :

  1. Mengurangi gangguan visual pada laman
  2. Menjadikan konten yang berguna lebih mencolok
  3. Laman menjadi lebih ringkas, sehingga pengguna dapat lebih banyak melihat sekilas setiap laman tanpa perlu melakukan scrolling


Desain navigasi yang jelas, sederhana, dan konsisten

“Orang tidak akan menggunakan situs Web Anda jika mereka tersesat di sana.”

Beberapa cara untuk mencegah perasaan ‘tersesat’ pengguna adalah dengan :

  • Menyediakan navigasi yang baik
  • Memberi indikator ‘Anda sedang berada di sini’
  • Menyediakan breadcrumb pada setiap laman untuk menunjukkan posisi user saat ini.
you are here indicator (bbc)

Pada laman BBC News terdapat beberapa indikator “Kamu ada di sini”. 1) Logo branding. 2) Perbedaan visual pada navbar. 3) Heading. 4) Petunjuk konteks laman

Ciri-ciri laman yang memiliki navigasi yang baik adalah yang dapat menjawab seluruh pertanyaan berikut secepat mungkin :

  • Situs apa ini? (ID situs)
  • Saya berada di laman mana? (nama laman)
  • Apa saja bagian-bagian utama dari situs ini? (bagian-bagian)
  • Apa saja pilihan saya di tingkat ini? (navigasi lokal)
  • Di mana posisi saya dalam skema besar? (indikator “Anda ada di sini”)
  • Bagaimana saya bisa mencari?


Desain laman home yang baik

Laman home sebaiknya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Situs apa ini?
  • Apa yang mereka punya di sini?
  • Apa yang bisa saya lakukan di sini?
  • Dari mana saya harus memulai?
  • Mengapa saya harus berada di situs ini bukan di tempat lain?


Uji Usability

“Jika Anda menginginkan aplikasi yang hebat, maka Anda harus mengujinya”

Usability test adalah tahapan penting dalam membangun aplikasi, karena sesungguhnya jawaban dari mayoritas pertanyaan terkait “bagaimana desain aplikasi yang bagus” tidak ada jawaban ‘benar’ yang sederhana. Jawaban yang benar adalah jika desain tersebut bagus, terintegrasi, memenuhi kebutuhan, dieksekusi dengan baik, dan sudah teruji.

Fakta tentang uji usability :

  • Jika Anda menginginkan aplikasi yang hebat, maka Anda harus mengujinya
  • Menguji satu pengguna lebih baik daripada tidak menguji seorang pun
  • Menguji satu pengguna di awal proyek lebih baik daripada menguji 50 pengguna menjelang akhir proyek.
  • Dalam pengujian, merekrut pengguna yang sesuai dengan target situs Anda itu baik, tapi lebih penting untuk melakukan pengujian lebih awal dan lebih sering.
  • Tujuan pengujian bukan untuk membuktikan atau menyangkal sesuatu.
    Bukan tentang “a” lebih baik dari “b”, tapi dengan melakukan pengujian dapat memberi masukan yang akan mempermudah pengambilan keputusan untuk memilih antara “a” dan “b” dengan lebih bijaksana.
  • Pengujian adalah proses berulang.
    Kita membuat sesuatu, mengujinya, membenahinya, dan mengujinya lagi. Jadi tidak perlu mencari dan menyepakati solusi yang benar-benar sempurna. Kita hanya perlu mencari tahu apa yang akan dicoba berikutnya.

Kapan pengujian dilakukan?

Pada setiap fase pengembangan, karena sesungguhnya tidak ada kata terlalu awal untuk pengujian. Bahkan sebelum mulai mendesain, kita bisa terlebih dahulu menguji situs-situs pembanding untuk melihat apa yang sudah baik dan yang belum, lalu kita bisa mengambil contoh yang baik, dan mengimprovenya pada desain kita.

Apa yang diuji?

  • Uji ‘menangkap’ : untuk menguji apakah pengguna memahami kegunaan situs, proposisi nilainya, pengelolaannya, cara kerjanya, dll
  • Uji tugas utama : yaitu meminta pengguna untuk melakukan suatu tugas, kemudian kita perhatikan seberapa baik mereka mengerjakannya. Contohnya : cari buku yang ingin Anda beli, cari resep makanan yang Anda butuhkan, dst.

Steve Krug juga udah baek banget menyediakan contoh script pengujian usability loh, script tersebut bisa didownload di : http://sensible.com/downloads-dmmt.html

Nah, setelah melakukan pengujian, kita dapat meninjau hasil pengamatan lalu menyusun prioritas penanganan, dan mencari pemecahan masalah.

Kesimpulan

Prinsip-prinsip dasar untuk meningkatkan usability yang dirangkum dari buku Don’t Make Me Think diantaranya : jangan membuat user terlalu banyak berpikir dengan membuat interface yang dapat menjelaskan dirinya sendiri; desain halaman untuk dibaca cepat; sediakan option yang tidak membuat user terlalu banyak berpikir; buang kata-kata yang tak perlu; desain navigasi yang jelas, sederhana dan konsisten; desain laman home yang baik; lakukan pengujian secara teratur.

Dan yang perlu sering-sering kita ingat kembali, bahwa di ujung sana yang akan menggunakan aplikasi kita adalah seorang manusia, bukan komputer. Jadi, bangunlah aplikasi (atau produk apapun yang kamu bangun) untuk manusia dan bantulah ia dengan berusaha menyediakan usability yang baik supaya aplikasi kita menjadi lebih bermanfaat 🙂

Sekian dan terimakasih, nantikan postingan kami berikutnya ya!

 

Referensi

Krug, Steve. 2013. Don’t Make Me Think! Jakarta : Prigel Books.

Nielsen, Jakob. 2012. Usability 101 : Introduction to Usability. https://www.nngroup.com/articles/usability-101-introduction-to-usability/ (diakses pada Agustus 2019)

Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 2 – Target Pemasaran

Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 2  – setelah sebelumnya di part 1 kita membahas tentang Sistem Operasi di desktop, nah itu merupakan beberapa sistem operasi populer yang biasa digunakan oleh para Programmer atau Developer dalam pengembangan aplikasi atau perangkat lunak biasa di panggil software karena pada dasarnya untuk membuat atau pengembangan lebih mudah dilakukan menggunakan komputer atau laptop biasa di golongkan sebagai Desktop Device.

Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 2

Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 2

Target Pemasaran

apa yang dimaksud dengan target pemasaran di pembahasan kali ini ??

ketika kita membuat sebuah aplikasi  atau perangkat lunak yang pertama harus kita pikirkan adalah target . Maksudnya disini adalah :

Untuk siapa sih atau siapa saja yang akan menggunakan aplikasi kita ?

nah dari pertanyaan diatas banyak sekali jawaban dengan pikiran kita yang berbeda, dari artikel dibawah marilah kita belajar bersama sama untuk dapat menjadi caon Programmer atau Developer yang sukses dan berhasil di tahun 2020.

 

1. Web Application

Web Application

Web Application

siapa sih di tahun modern ini yang tidak tahu internet ?? apalagi jika tidak tau google dan facebook ??

dari anak kecil, remaja, bahkan orang tua pasti pernah mendengan istilah INTERNET dan selalu di duetkan dengan GOOGLE dan juga FACEBOOK dan kawan kawan social media lainya.

dari contoh diatas dapat diartikan bahwa Web Application adalah sebuah aplikasi atau perangkat lunak yang harus dibuka atau menggunakan aplikasi Web Browser, Seperti Google Chrome, Mozila Firefox, Internet Explorer, dll.

Dari sini kalian pasti paham kan tentang target pemasaran aplikasi kita yang pertama ini, 🙂 nah aplikasi yang kita buat akan kita pasarkan di internet / yang harus di buka menggunakan sebuah Web Browser contohnya dua perusahaan tadi yaitu GOOGLE dan FACEBOOK. jadi disimpulkan target pemasaran yang pertama ini bisa di kategorikan di semua perangkat elektronik modern yang bisa  menggunakan web browser didalamnya.

dikutip dari wikipedia, aplikasi web (bahasa Inggrisweb application atau sering disingkat webapp) adalah suatu aplikasi yang diakses menggunakan penjelajah web melalui suatu jaringan seperti Internet atau intranet. Ia juga merupakan suatu aplikasi perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa yang didukung penjelajah web (seperti ASPPerlJavaJava ScriptPHPPythonRuby, dll) dan bergantung pada penjelajah tersebut untuk menampilkan aplikasi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Aplikasi_web

2. Desktop Application

Desktop Application

Desktop Application

berbeda dengan yang pertama aplikasi desktop ini hanya dikususkan untuk pengguna komputer yang biasa terkenal dipasaran dengan DESKTOP atau pun PC.

dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk target yang satu ini hanya bisa dipasarkan untuk pengguna Komputer PC, Laptop ataupun Perangkat lain yang didalamnya menggunakan Perangkat Sistem Operasi Desktop.

Beberapa Sistem Operasi Desktop dapat dilihat di daftar artikel kemarin : Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 1 – Kenali Sistem Operasi

Dan untuk contoh Desktop Application yang paling terkenal yaitu : Adobe Photoshop sebagai pengedit foto / gambar, Microsoft Office sebegai aplikasi perkantoran, dan Google Chrome sebagai aplikasi Web Browser, serta banyak lagi aplikasi yang beredaran untuk Desktop Application baik yang berbayar maupun yang gratis.

3. Mobile Application

Mobile Application

Mobile Application

Di era modern ini sedang booming atau marak di perbincangkan di pasaran di era modern ini adalah Mobile Application.

Apasih perbedaan dari kedua target di atas ??

Mobile Application sendiri di pasarkan untuk penggu smartphone  atau ponsel pintar yang sekarang sedang sangat berkembang pesar berbagai teknologi baik secara hardware ( Perangat Keras ) maupun Software ( Perangkat Lunak ) dan juga flexibilitas dari mobile device ini yang dapat di gunakan dimana saja kapan saja, karena ukuranya yang kecil dan dengan biaya yang terjangkau.

Sebab itulah sekarang banyak sekali developer yang lebih memilih untuk memasarkan hasil karya atau aplikasi buatan mereka untuk mobile device ini.

Adapun target Sistem Operasi yang sedang pesat di kembangkan atau bisa disebut merajai pasaran mobile device yaitu Android, dan iOS.

Kedua Sistem Operasi tersebut mempunyai beberapa kesamaan dan perbedaan di setip aspek masing masing, dan tentu saja dukungan untuk mengembangkan application mobile device ini sangat di support oleh masing masing vendor pembuat sistem operasi tersebut,

 

nah itu lah sedikit pembahasan mengenai target pemasaran tentang siapa yang akan menggunakan aplikasi atau produk yang akan kita buat. jangan lupakan update artikel selanjutnya dari Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020,

Terimakasih,

Mengenal Framework Laravel di Sistem Operasi Linux

Mengenal Framework Laravel di Sistem Operasi Linux. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas berbagai macam Framework terbaik dan berbagai macam sistem operasi yang harus diketahui oleh programmer, kali ini kita akan mengenal lebih dekat dengan salah satu Framework (kerangka kerja) yaitu Framework Laravel yang akan kita terapkan ke dalam suatu sistem operasi Linux yang bersifat Open Source. Sebelum kita  memulai meng-install Laravel di Linux, yuk kita kenalan dulu dengan Framework Laravel.

Laravel merupakan sebuah kerangka kerja PHP yang dirilis menggunakan lisensi MIT. Lisensi MIT merupakan sebuah lisensi perangkat lunak yang bebas permisif yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology. Lisensi MIT megizinkan penggunanya memiliki perangkat lunak dengan lisensi MIT asalkan penguna tersebut menyertakan semua persyaratan dan pemberitahuan hak sipta dari lisensi MIT.

Sejarah terciptanya framework laravel berasal  dari seorang berkebangsaan Amerika Serikat bernama Taylor Otwell yang memulai laravel pada tahun 2011, waktu itu laravel berusaha untuk menyaingi Codeigniter yang memiliki kekurangan seperti authentication dan authorization. Bagi Taylor, dokumentasi dan user guide merupakan inti dari sebuah web framework yang membuat pengguna menjadi nyaman untuk membangun sebuah aplikasi. laravel dibangun dengan menggunakan konsep MVC (Model View Controller).

Fitur Dasar Laravel :

  • Management file dan kode
  • Rapid Application Development
  • Arsitektur MVC (Model View Controller)
  • mengunakan PHP 7 keatas
  • Dokumentasi lengkap dan jelas
  • ORM
  • Didukung dengan komunitas yang besar
  • Keamanan Data
  • Mudah untuk digunakan

Bagaimana? tertarik untuk mencoba laravel? yuk langsung saja kita coba untuk meng-install laravel di linux. Oh iya, sebelum kita meng-install laravel, kenapa kok memilih di linux? emm.. sebenarnya disamping sudah banyaknya tutorial untuk meng-install laravel di windows, kita juga berusaha agar apa yang kita gunakan itu dari sumber yang halal, bukan dari hasil membajak windows ataupun memasang lisensi secara ilegal, ingatt..!! semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Persiapkan linuxnya ya, sudah kan? kebetulan tutorial ini menggunakan linux BlankOn Uluwatu yang masih turunan dari ubuntu, jadi kalau sobat coding menggunakan ubuntu 18.04 pun tak masalah, cuss kita coba.

Kebutuhan :

  1. PHP 7.2 / yang terbaru
  2. Composer
  3. Laravel versi terbaru

Pemasangan pertama kita buka terminal ctr+alt+t atau bisa melalui menu pencarian lalu ketik “terminal” , setelah siap kita pasang composernya dulu ya. ketikkan perintah

sudo apt-get update

dilanjut ketikkan perintah

sudo apt install composer

jika sudah, kita cek dengan perintah “composer” di terminal

composer

maka akan tampil versi composer yang sudah terinstall

apabila sobat coding menemukan error saat meng-install di linux, sobat coding bisa jalankan perintah

sudo apt install -f

pelan-pelan ya, karena memang tidak semudah di windows, dengan ini kita bisa sambil mengasah kemampuan kita dalam menjalankan perintah di sistem operasi linux.

untuk mengunduh laravel melalui composer kita butuh composer.phar

curl -sS https://getcomposer.org/installer | php

pindahkan composer.phar nya ke direktori /usr/local/bin/composer

sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer

Tahap kedua setelah selesai dengan composernya, kita lanjutkan dengan meng-install php 7 beserta modul lainnya seperti untuk mysql / postgres, mbstring, xml dll.

sudo apt-get install php7.2-pgsql

sudo apt-get install php7.2-mbstring

sudo apt-get install php7.2-xml

atau bisa lebih lengkapnya seperti ini

sudo apt install php7.2 libapache2-mod-php7.2 php7.2 php7.2-mbstring php7.2-xmlrpc php7.2-soap php7.2-gd php7.2-xml php7.2-cli php7.2-zip php7.2-pgsql

untuk php7.2nya disesuaikan dengan kebutuhan databasenya, php7.2-mysql untuk database mysql, php7.2-pgsql untuk database postgres.

Tahap ketiga merupakan langkah untuk mengunduh laravel menggunakan composer, sobat coding bisa bebas dimana menentukan lokasi direktori projek laravelnya, tp kali ini kita akan mencoba mengunduh projek laravel di direktori /var/www, yuk kita pindah lokasinya melalui terminal atau bisa langsung kita mengunjungi direktorinya secara langsung lalu klik kanan di sembarang tempat, pilih “open terminal here”.

kita coba menggunakan perintah di terminal

cd /var/www

nah, langsung kita mencoba mengunduh laravel menggunakan composer yang sudah terpasang tadi, dalam direktori /var/www kita jalankan perintah di bawah ini

composer create-project –prefer-dist laravel/laravel clickoding

nama clickoding sebenarnya sebuah folder yang akan dibuat untuk meletakkan master laravelnya, sobat coding bisa membuat dengan nama lain, atau menggunakan folder bawaan laravel ketika kita hanya memberi perintah seperti ini

composer create-project –prefer-dist laravel/laravel

secara otomatis folder laravel akan tercipta untuk menampung master laravelnya.

setelah selesai mengunduh laravel menggunakan composer kita masuk ke direktori clickoding untuk menjalankan laravel.

cd clickoding

setelah masuk ke direktori clickoding langsung kita jalankan perintah php artisan serve di terminal

php artisan serve

 

buka browser lalu kita cek apakah laravel sudah berjalan dengan baik, localhost:8000 atau 127.0.0.1:8000.

bagaimana? sudah bisa menjalankan laravel di linux?

Sampai disini dulu perjumpaan kita dalam mengenal laravel dalam sistem operasi linux, sampai bertemu lagi di episode selanjutnya. Episode selanjutnya kita akan mencoba membuat login auth laravel menggunakan database postgres di linux.

Pengetahuan Yang Harus Dimiliki Programmer di Tahun 2020 Part 1 – Kenali Sistem Operasi

Pengetahuan yang harus dimiliki programmer di tahun 2019 part 1 – Apakah anda ingin menjadi seorang Programmer atau Developer Handal ? Bingung mau memulai dari mana ? . Jangan khawatir, karena dari artikel kali ini akan membahas pengetahuan dasar yang harus dimiliki kamu jika ingin menjadi seorang Programmer ataupun Developer .

Pengetahuan yang harus dimiliki programmer di tahun 2019 part 1

Pengetahuan yang harus dimiliki programmer di tahun 2019 part 1

Pengetahuan Tentang Sistem Operasi

Sistem Operasi yang biasa di singkat OS merupakan sebuah perangkat lunak yang berkumpul menjadi satu paket yang berfungsi sebagai penghubung antara si pengguna dengan perangkat keras atau komputer itu sendiri. dan juga sebagai jembatan untuk menjalankan sebuah program atau yang biasa dsebut dengan Aplikasi.

Lalu kenapa harus mengenal Sistem Operasi ??

Sebagai Programer  atau Developer kamu wajib mengetahui hal dasar tersebut karena masyarakat umum di indonesia sendiri banyak yang tidak mengetahui apa itu os , dan macam macam nya. Read more

5 Daftar Framework PHP Terbaik untuk Developer Pemula Tahun 2019

5 Daftar Framework PHP Terbaik untuk Developer Pemula Tahun 2019 – Kesulitan membuat website yang utama adalah waktu pengerjaan yang tergolong lama dan membutuhkan ketelitian, ketekunan yang tidak semua orang sanggup untuk menjalaninya. Namun, dengan hadirnya framework-framework di dunia pengembangan aplikasi memberikan angin segar ke para pengembang. pasalnya, dengan menggunakan framework proses pengerjaan suatu proyek atau membuat sebuah aplikasi menjadi semakin mudah dan cepat. Untuk itu pada pembahasan kali ini akan menyajikan 5 framework php terbaik untuk para developer pemula.

Framework PHP

Sebelum membahas 5 framework php untuk developer pemula, mari kita bahas apa itu framework terlebih dahulu.

Apa itu Framework ?

Framework dapat diartikan sebagai kerangka kerja yang dibuat untuk meringankan pekerjaan para pengembang aplikasi. Jadi, arti dari framework PHP merupakan sebuah kerangka kerja khusus yang dibuat untuk mengembangkan aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP.

 

Berikut merupakan 7 framework PHP terbaik menurut clickoding:

 

#1. Laravel

Laravel – framework yang sangat populer untuk saat ini yang dikembangkan oleh Taylor Otwell. Laravel merupakan framework php yang komprehensif yang dirancang untuk membangun aplikasi berbasis web secara cepat dan mudah dengan menggunakan arsitektur MVC (Model View Controller).

Fitur Dasar Laravel:

  • Management file dan kode
  • Rapid Application Development
  • Arsitektur MVC (Model View Controller)
  • Menggunakan PHP 7
  • Dokumentasi lengkap dan jelas
  • ORM
  • Didukung dengan komunitas yang besar
  • Keamanan data
  • Mudah untuk digunakan

#2. CodeIgniter (CI)

Codeigniter – framework yang sama-sama menggunakan arsitektur MVC dan merupakan salah satu framework opensorce alias gratis. Framework ini memiliki dokumentasi lengkap yang disertai dengan contoh penulisan kodenya. Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis pada tahun 2006

Fitur Dasar Codeigniter:

  • Mudah digunakan dan ringan
  • Menggunakan arsitektur MVC (Model View Controller)
  • Dokumentasi jelas
  • Support berbagai jenis database
  • Mendukung Query Builder untuk mengakses database
  • Validasi form dan data
  • Keamanan website
  • Session

#3. Symfony

Symfony – merupakan sebuah aplikasi framework PHP yang menyajikan paket componen/librari didalamnya. Symfony pertama kali dikeluarkan pada tahun 2005 dan sangat populer di dunia pengembang aplikasi karena mudah digunakan dan gratis. Symfony juga termasuk dalam salah satu framework yang yang rilis dibawah lisensi MIT.

Fitur Dasar Symfony:

  • Mudah untuk diinstal dan dikonfigurasi
  • Kompatibel dengan banyak database
  • Mudah untuk dikembangkan
  • Didukung oleh librari atau vendor yang lain
  • Built-in email library
  • Keamanan data dan website

#4. Zend

Zend Framework – merupakan framework PHP yang bekerja dengan menggunakan PHP5. Framework ini mengintegrasikan sistem kerja yagn berfokus pada Object Oriented (OOP).  Framework ini cocok untuk mengerjakan proyek-proyek yang kecil.

Fitur Dasar Zend

  • Ideal untuk mengembangkan aplikasi perusahaan
  • Berorientasi pada object
  • Kerangka yang stabil

#5. CakePHP

CakePHP – framework yang sama dengan framework PHP pada umumnya yang menggunakan arsitektur MVC. Kelebihanya yaitu CakePHP mendukung penggunaan AJAX dan PHP4, PHP5.

FItur Dasar CakePHP

  • Email, Cookies, session dan keamanan.
  • Otomatisasi dalam pembuatan kode program
  • Sistem templating yang fleksibel
  • Lisesnsi yang fleksibel
  • Operasi CRUD terintegrasi

 

Nah itu tadi pembahasan singkat mengenai framework php yang populer dan mudah digunakan bagi developer pemula.

Cara Membuat Website Dengan WordPress

Cara Membuat Website Dengan WordPress – Apakah Anda ingin membuat situs web? Memulai sebuah website bisa menjadi sesuatu yang mengerikan khususnya saat Anda tidak terlalu mengerti hal-hal teknis. Jangan khawatir, karena di artikel ini kami akan membahas bagaimana cara membuat website menggunakan WordPress.

Cara Membuat Website Dengan WordPress

WordPress adalah pilihan yang ideal untuk Anda yang baru pertama kali membuat website. CMS ini memiliki skalabilitas yang cukup dan bekerja baik untuk website dengan traffic rendah atau medium. Beberapa website yang menggunakan WordPress adalah TIME Magazine, CNN, TED, Techcrunch, NBC, dan masih banyak lagi.

Kelebihan WordPress

  • Mudah diinstal. Kebanyakan provider hosting memiliki pilihan untuk menginstal WordPress hanya dalam satu klik saja karena popularitasnya.
  • Komunitas yang kuat dan open source. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menggunakan WordPress.
  • Ideal untuk individu yang tidak jago IT. Kebanyakan produk yang diasosiasikan dengan WordPress, seperti themes dan plugin cukup mudah dan to-the-point untuk digunakan.

Extension domain yang popular adalah .com, .org, dan, .net. Tetapi beberapa tahun belakangan ini, sudah ada juga nama domain yang memiliki extension unik seperti .ninja atau .pizza.

Memilih Hosting dan Domain

Sebelum Anda memilih nama domain, ada baiknya Anda memastikan niche apa yang ingin Anda targetkan. Memilih fokus dari website Anda dapat membantu Anda dalam memastikan bahwa website Anda relevan dan ini juga dapat membantu jika Anda berencana untuk menghasilkan uang dari website Anda.

Anda bisa meregister berbagai nama domain, berikut adalah beberapa hal yang bisa diperhatikan

  • Website bisnis. Jika Anda membuat sebuah website untuk bisnis Anda, tentu akan lebih baik jika domain Anda adalah nama perusahaan atau brand Anda.
  • Website personal. Jika ini adalah sebuah website personal – misalnya website portfolio, Anda bisa menggunakan nama Anda sendiri.
  • Website hobby. Jika Anda ingin membuat sebuah website tentang hobby Anda misalnya Anda menyukai kopi dan ingin membuat sebuah website yang berisi review-review kopi, Anda bisa mencari nama domain yang berhubungan dengan hobby Anda.

Jika ini adalah website pertama Anda, ada baiknya Anda menggunakan extension yang “normal” seperti .com, .net, dan .org. Extension domain yang unik di atas bisa dibilang belum termasuk mainstream dan jika Anda menggunakannya bisa saja membuat bingung para pengunjung.

Langkah selanjutnya adalah memilih nama domain. Nama domain adalah URL yang diketik seseorang ketika mereka ingin mengunjungi sebuah website di address bar pada browser. Memiliki nama domain yang tepat bisa dibilang cukup penting. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa membantu Anda menentukan nama domain Anda:

  • Pendek. Nama yang pendek mungkin akan bekerja lebih baik jika dibandingkan dengan nama yang panjang. Ini akan membuat URL Anda mudah diingat.
  • Brandable. Jangan lupa bahwa nama domain Anda juga akan menjadi nama brand Anda.
  • Memorable. Coba buat nama yang mudah diingat – bahkan oleh mereka yang baru mengunjungi website Anda satu kali.
  • Catchy. Tentu saja nama yang catchy akan membuat Anda mudah diingat.
  • Spesifik dengan niche. Jika Anda menulis sebuah website yang memiliki niche khusus, coba check apa ada kata-kata atau singkatan yang berhubungan dengan niche tersebut yang bisa Anda gunakan. Sebagai contoh, dengan WordPress ada banyak website yang memiliki huruf WP di URLnya yang mendapat ranking tinggi di search engine.

Untuk hosting sendiri, ada empat jenis hosting yang bisa Anda pilih, yaitu Shared Hosting, Virtual Private Server Hosting (VPS), Dedicated Server Hosting, dan Cloud Hosting. Untuk membaca lebih lanjut tentang hosting dan panduan lengkap agar Anda tidak salah memilih, Anda bisa membaca artikel Panduan Web Hosting Murah kami.

Skill yang harus dimiliki programmer

Mungkin kamu akan berpikir:

Beberapa skill yang semestinya dimiliki programmer ialah nalar, algoritma, dan matematika.

Tapi terbukti bukan. Aku tidak memasukan tiga makhluk itu di dalam list artikel ini.

Memang, dikala kuliah di jurusan TI kita akan belajar banyak seputar matematika, nalar, dan algoritma.

Tapi, itu tidak terlalu diperlukan untuk belajar tekonlogi tertentu. Nah, yang akan aku bahas ini ialah skill-skill yang semestinya dimiliki untuk belajar teknologi apa saja di dunia IT.

Ok. Pertama kita tinjau dulu visualisasi berikut ini…

Back-end developer roadmap

Gambar 1.1 Back-end Developer Roadmap

Gambar di atas ialah visualisasi teknologi apa saja yang semestinya dipelajari untuk menjadi website developer (back-end). Ada banyak sekali teknologi yang semestinya dipelajari untuk menjadi website developer atau programmer website. Apakah kita akan cakap belajar semuanya?

Bagi pemula yang belum terlalu dalam menyelami dunia pemrograman mungkin akan menjawab:

Aku mungkin tidak cakap, karena terlalu banyak 😄.

Hal ini wajar, karena belum tahu skill yang semestinya dimiliki untuk belajar itu semua.  Berikut ini beberapa skill yang dapat membantumu menjadi programmer.

1. Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris untuk Programmer, Barangkali dikala belajar bahasa inggris di sekolah, kamu pernah berpikir:

“Ngapain sih belajar bahasa inggris, aku nggk akan ke luar negeri, kenapa tidak mereka saja yang belajar bahasa kita”

Ini pemikiran yang salah, karena dikala kamu jadi programmer. Aku semestinya dapat bahasa inggris padahal tidak pergi ke luar negeri.

Bahasa inggris ialah skill yang semestinya dimiliki programmer, karena sebagian besar dokumentasi dan bahasa pemrograman itu sendiri memakai bahasa inggris.

Bahasa inggris akan membantumu lebih mudah:

  1. Membaca dokumentasi.
  2. Memahami pesan error.
  3. Bertanya di forum global.
  4. Belajar dari website luar.
  5. Mencari rujukan.
  6. dan lain-lain.

Minimal kamu dapat bebahasa inggris secara pasif, karenanya sudah dapat merasakan kemudahan di atas.

Aku sendiri masih pasif (cuma dapat: baca dan dengar saja). Tapi dikala ini dalam tahap belajar menjadi aktif 😏.

Jadi buat kamu yang belum dapat bahasa inggris, mulailah belajar dari kini. Sebab tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang positif.

2. Membaca Dokumentasi

Membaca dokumetasi program, skill ini semestinya dimiliki programmer. Sebab tanpa ini, kita tidak akan tahu cara memprogram.

Dokumentasi ialah dokumen yang menjelaskan cara pemakaian suatu teknologi. Mengapa susah dipahami.

Sebab susah?

Sebab:

Dikemas dengan bahasa teknis yang membosankan untuk dibaca Screenshot kurang komplit (karena pemula butuh screenshot padahal itu cuma instruksi CLI) Meski bahasa inggris Mudah seperti itu, dokumentasi ialah hal pertama yang semestinya kamu baca jika akan belajar teknologi baru.

Lalu bagaimana supaya aku dapat membaca dan memahami dokumentasi dari suatu teknologi?

Mengerti…

Baca saja! Dapat nggak paham baca saja, nanti lama-lama jadi paham 😄.

Maksudnya jadi terbiasa dan tidak bosan membaca dokumentasi.

Dokumentasi lazimnya ada sebagian ragam:

Dalam bentuk panduan
Dalam bentuk rujukan atau penjelasan seputar fungsi, classs, objek, variabel, dan lain-lain.
Dalam bentuk FAQs (pertanyaan yang tak jarang ditanyakan)
Lalu dari mana kita dapat baca dokumentasi?

Teladan dicari di google dengan kata kunci x documentation, x ialah nama teknologinya.

Tapi:

Pencarian dokumentasi dari Google
Atau dapat mengunjungi website-website berikut:

  1. DevDocs (https://devdocs.io/)
  2. Mozilla Developer Network (https://developer.mozilla.org/id/)
  3. The Linux Documentation Project (https://www.tldp.org/)
  4. Google Developers (https://developers.google.com/)
  5. Microsoft Developer Network (https://developer.microsoft.com/en-us/)
  6. Facebook for Developers (https://developers.facebook.com/)

3. Membaca Source Code

Membaca kode program
Membaca source code kelihatannya mudah. Iya mudah jika baca source code yang kita tulis sendiri. Logikanya sudah kita pahami, karena nalar berpikir kita sendiri.

Saat…

Sebab membaca source code milik orang lain, nggak paham apa-apa 😆.

Skill membaca source code terbukti skill yang semestinya dimiliki kecuali skill menulisnya. Sebab kita tidak akan menulis kode sendirian. Akan ada source code dari anggota tim yang lain.

Lalu bagaimana supaya dapat membaca source code orang lain?

Ada sebagian tips yang pernah aku dengar:

Baca source code dari bawah ke atas
Baca bagian yang kamu pahami dulu
Baca keterangan pada kometnarnya
Setelah-tak jarang gentayangan di Github dan Stackoverflow 👻

4. Debugging

Membaca kode program
Debugging ialah sebuah aktivitas mencari bugs atau problem di dalam kode program (source code).

Dinamakan bug karena dulu sejarahnya ada seekor bug (serangga) yang merekat pada mesin komputer dan mengakibatkan problem. Akhirnya diselidiki terbukti penyebabnya Si bug. istilah ini menjadi populer hingga dikala ini.

Pada skill debugging, kamu semestinya cakap:

Mamahami maksud pesan error dan problem lainnya
Mencari di baris ke berapa letak errornya
Menyelesaikan penyebabnya
Cara error
Pun debugging ini dapat jadi lebih lama dari proses menulis kode. Sebab ada yang hingga berminggu-minggu tidak menemukan sumber masalahnya.

90% of coding is debugging. The other 10% is writing bugs

Bram Cohen https://twitter.com/bramcohen

 

Sebab itu, programmer tidak dapat disamakan dengan buruh. Kita tidak akan pernah tahu, problem dan error seperti apa yang akan terjadi padahal sudah pernah membikin cara yang sama.

Mengapa programmer yang malas, dikala menemukan error akan segera dilempar ke forum. Sebab ia tidak ingin debug programnya sendiri.

Debugging sebaiknya dikerjakan sendiri, karena dampaknya akan terasa pada diri kita sendiri.

5. Skill Bertanya dan Googling

Googling
Skill bertanya dan Googling ini amat penting untuk dimiliki, karena:

Setelah kamu tidak tahu atau stuck dikala debugging, ingin meminta bantuan ke mana?

Yang pertama tentunya Google. Akhirnya itu baru kita bertanya ke sahabat atau forum.

Sebab Googling, pastikan memakai katakunci yang ideal dan memakai bahasa inggris.

Sebab bahasa inggris?

Ya balik lagi pada skill pertama.

Tapi pencarian solusi di Google:

Kata kunci pencarian Google
Lalu dikala kamu tidak menemukan jawaban, barulah bertanya di forum.

Pastikan bertanya dengan menyertakan infomasi yang terperinci, komplit, dan terang.

Tapi: ✔️ (benar)

aku sudah meniru panduan ini, namum memperoleh kendala di _____,
dengan pesan error ____________.

Berikut ini source code yang aku tulis: _______ (tautan gist.github.com).
dan sebagian log: _____ (tautan gist.github.com).

Screenshot tampilannya atau errornya seperti ini:

_________________________ (tautan image/dapat juga diupload)

Aku yang sudah aku lakukan:
1. Aku sudah mengubah ini ____ menjadi _________
2. Aku baru update ____ ke versi terupdate

Versi _____ yang aku gunakan dikala ini ialah _____.
Tapi: ❌ (salah)

– gan, error ideal ______. itu kenapa ya?
– ada yang pernah nyoba _____?
– ada yang paham ____, ada yang ingin aku tanyakan.
– ada yang tau ini kenapa? [screeshot]
Sebab semestinya terang dan terperinci?

Sebab debuging itu seperti pekerjaan detektif. Kita memerlukan banyak kabar untuk menemukan sumber masalahnya.

Pun kamu bertanya seperti ini di Stackoverflow:

gan, error ideal ______. itu kenapa ya?
Barangkali tidak akan ada yang ingin jawab. Sebab dapat di-downvote 👎 dan ujung-ujungnya dapat di-bully.

Akhir Kata…
Nah itulah 5 skill yang semestinya dimiliki programmer untuk mempermudah dalam belajar teknologi apa saja.

Barangkali jika ada saran skill yang lain, silahkan sampaikan lewat komentar.

Oke, terimakasih sudah membaca hingga akhir.

Jangan lupa dishare ke kawanmu yang ingin jadi programmer supaya kian banyak yang terbantu.

Selamat belajar.